SuaraNetizenIndonesia_ Perayaan tahun baru telah beranjak pergi. Kaum Muslim pun kembali pada keseharian mereka. Hari-hari kembali berjalan tanpa perubahan signifikan. Inilah kondisi umat hari ini. Dalam tatanan sekularisme, mereka menyambut tahun baru hanya sebatas seremonial belaka. Bahkan nyaris meninggalkan esensi tahun baru itu sendiri yang bermakna hijrah.
Sementara dahulu Rasulullah saw. telah melakukan perubahan besar-besaran. Beliau saw. memimpin kaum Muslim, bergerak menuju Madinah dan membangun kehidupan Islam di sana. Peristiwa itulah yang menjadikan hijrah bermakna hakiki, yakni meninggalkan kehidupan kufur dan beralih kepada Islam. Ada aktivitas yang luar biasa melatari tahun baru Hijriah. Terjadi perubahan pemikiran dan pemahaman untuk meninggalkan kekufuran menjadi tonggak tegaknya peradaban Islam.
Hari ini tonggak itu tak mampu lagi menyangga tubuh umat. Beragam persoalan di berbagai lini, menjadikannya semakin rapuh. Kehidupan terasa sempit dan sesak. Seluruh masalah di dalam negeri berkelindan tanpa henti, terus membelit rakyat di sepanjang waktu. Pria dan wanita, hingga anak-anak tertimpa musibah akibat kepemimpinan yang melalaikan hukum Allah.
Hal yang sama pun terjadi di luar sana. Saat kita membuka jendela dunia, maka kebisingan yang sama juga terjadi di sana. Kaum Muslim didera nestapa berkepanjangan. Seluruh permasalahan dibiarkan menggantung, tak kunjung reda. Para pemimpin negara tak mampu meriayah (mengatur dan mengelola urusan umat) dan tak memiliki kapasitas kepemimpinan yang benar. Mereka selalu datang terlambat, saat masalah telah viral seantero jagat.
Sebaliknya justru pemimpin kufar yang datang menawarkan solusi semu. Seolah jalan ke luar, padahal membawa masalah lain dengan kemasan baru, yang terus bertubi-tubi menghantam umat, di Gaza, Rohingya, Uyghur dan masih banyak lainnya. Tanpa pelindung, umat tak mampu berdiri tegak. Habis sudah seluruh harta, rumah, raga, keluarga, hingga nyawa. Kondisi umat semakin memprihatinkan, bahkan tak lagi layak menyandang predikat sebagai umat terbaik (khairu ummah).
Bergabung dengan Gerakan Perubahan.
Maka kita tak boleh berdiam diri menghadapi situasi ini. Setiap individu mampu melakukan perubahan dan memperbaiki kondisi saat ini. Sebagaimana firman Allah ta’ala dalam QS Al-Baqarah: 143, yang artinya,
“Dan demikian pula Kami telah menjadikan kamu (umat Islam) “umat pertengahan” agar kamu menjadi saksi atas (perbuatan) manusia dan agar Rasul (Muhammad) menjadi saksi atas (perbuatan) kamu. Kami tidak menjadikan kiblat yang (dahulu) kamu (berkiblat) kepadanya, melainkan agar Kami mengetahui siapa yang mengikuti Rasul dan siapa yang berbalik ke belakang. Sungguh, (pemindahan kiblat) itu sangat berat, kecuali bagi orang yang telah diberi petunjuk oleh Allah. Dan Allah tidak akan menyia-nyiakan imanmu. Sungguh, Allah Maha Pengasih, Maha Penyayang kepada manusia.”
Menjaga masyarakat dari kezaliman adalah tugas utama syariat (maqasid syariat). Membiarkan kerusakan, justru membuat kita mengabaikan pesan agama tersebut. Kita tak boleh diam seribu bahasa, tutup mata dan telinga menyaksikan kemungkaran. Karena apabila hal itu dibiarkan, secara alami kerusakan tadi akan menyebar menghampiri kehidupan kita.
Sejatinya kaum Muslim bersaudara. Umat Islam laksana satu tubuh. Apabila ada bagian tubuh yang sakit, maka akan terasa di bagian lainnya. Begitu pula halnya dengan umat Muhammad. Ketika satu kaum menderita karena tekanan penjajahan, maka perlu ada kekuatan seimbang mengalahkannya. Bukan dengan mengerahkan tenaga orang perorang, melainkan pasukan yang dipimpin amirul jihad, dengan semangat jihad fii sabilillah.
Saat ini umat belum memiliki satu kepemimpinan. Nation state telah menjadikan umat terburai, disekat batas maya ciptaan kaum kufar. Setiap pemimpin negara bertahan di wilayahnya masing-masing, berusaha menyelamatkan kepentingannya sendiri. Akibatnya tak ada satupun yang memperhatikan kondisi umat.
Ada kaidah kausalitas yang berlaku di dalam kehidupan ini, yang berjalan sesuai karakteristik (qadar) suatu benda. Seperti halnya kondisi hari ini, saat kepemimpinan dipegang oleh orang yang tidak memiliki kapabilitas dan amanah, maka dipastikan akan hancur. Terjadi ketimpangan, kemiskinan, kerusakan di mana-mana, kemaksiatan merajalela, perempuan kehilangan kehormatan, bayi-bayi menderita, orang tua terlunta-lunta. Bahkan alam pun menjerit, dan satwa kehilangan tempat tinggal. Tinggal menunggu waktu, kehidupan akan hancur di tangan mereka.
Dalam hadits riwayat Muslim, kita diminta mengubah kemungkaran dengan lisan, tangan atau hati. Berpasrah diri dan membiarkannya, sama artinya kita berada dalam barisan pembuat kerusakan.
Seluruh penderitaan umat ini terjadi akibat tatanan kehidupan yang salah, yang menegasikan peran Allah dan menyandarkan aktivitas hanya kepada nilai materi belaka.
Akibatnya tubuh umat semakin lemah, bahkan tak memiliki kekuatan membela sesama Muslim di negara terjajah. Tanpa satu kepemimpinan, umat tercerai berai, terinjak harkat dan martabatnya, serta seluruh kehidupannya dikendalikan kekuatan kufur. Maka kembali kepada Islam adalah satu-satunya jalan kebenaran untuk mengembalikan kemuliaan Islam dan umat.
Hijrah Berislam Kafah
Muharram mengajak umat untuk refleksi diri, kembali kepada panduan kehidupan, bahwa Islam adalah petunjuk bagi manusia. Maka meninggalkannya, akan membuat kita tersesat tanpa arah. Momen hijrah menjadi penanda bagi kita, bahwa kehidupan berkah akan datang bagi orang-orang yang taat.
Perubahan harus ditegakkan melalui kelompok dakwah yang rapi dan terorganisir, seperti halnya dahulu pernah dilakukan Rasulullah ﷺ beserta para sahabat dan kepemimpinan umat sesudahnya.
Hijrah adalah meninggalkan hukum buatan manusia kepada hukum Allah SWT, meninggalkan nasionalisme kepada ikatan akidah yang akan menyatukan kaum Muslim di dunia, dengan seluruh potensi baiknya. Hijrah akan mengembalikan kemuliaan Islam, menjadikannya sebagai peradaban yang gemilang dengan pendar-pendar cahayanya yang indah. Hijrah pula yang akan menghantarkan kepemimpinan dunia di tangan umat Muhammad saw. Tsumma takuunu khilaafatan a’la minhajin nubuwwah.










