Lalai Keselamatan Kerja Berujung Kecelakaan di Smelter Nikel Monowari

(Aktivis Muslimah, DIY)

 

Ledakan di kawasan industri PT Indonesia Morowali Industrial Park yang menewaskan 13 orang menguatkan dugaan adanya kelalaian penerapan keselamatan kerja. Dari soal pekerja tidak menggunakan alat pelindung diri yang memadai hingga kurangnya pintu darurat. Abai penerapan keselamatan kerja di sana diduga sudah berlangsung lama.

 

Negara yang diatur dengan mekanisme kapitalisme telah memakan banyak korban. Menengok masa revolusi industri yang dikatakan sebagai kemajuan peradaban Barat, seakan elok namun sejatinya banyak menelan nyawa yang menjadi korban, baik dalam aspek limbah, tekanan jam kerja, terlebih yang kita soroti saat ini tewasnya para pekerja. Perlu menjadi catatan, bahwa kecelakaan tersebut bukan sekali atau dua kali, namun berulang kali. Hal tersebut, mengindikasikan kelalaian dalam menjamin keselamatan para pekerja dan abainya upaya pencegahan. Lucunya, bukan belajar dari kesalahan, namun pemerintah justru meresmikan industri-industri nikel di sejumlah tempat yang lain, dengan jaminan keamanan yang menggelisahkan para pekerja.

 

Inilah potret dari perusahaan kapitalisme revolusi industri yang semakin menjadi, menguasai dunia, namun menihilkan nilai humanisme. Mekanisme seperti inilah yang semakin melanggengkan para oligarki dengan izin pemerintah yang mudah, plus sanksi yang tidak tegas terhadap perusahaan ketika menghilangkan nyawa pekerja.
Menurut data nikel adalah harta karun milik Indonesia ini menjadi yang terbesar di dunia.

 

Adapun secara keseluruhan, Indonesia menyumbang produksi nikel 40% di dunia. Kedua, timah, emas putih ini menempati posisi kedua di dunia dengan produksi keseluruhan mencapai 40% di dunia. Indonesia adalah surganya para kapitalis, oligarki dengan melibas nyawa-nyawa pekerja, yang terpenting kekayaan mereka mengalir deras.

 

Perlu diingat, baik kepemilikan industri yang ramah lingkungan terlebih keselamatan jiwa para pekerja hanya ada dalam mekanisme dalam ranah Peradaban Islam. Islam menjamin keselamatan pekerja, dan mewajibkan perusahaan menjalankan kewajibannya terhadap pekerja. Islam melarang sesuatu yang membahayakan diri sendiri dan juga orang lain. Negara akan mengatur mekanisme regulasi industri dan jaminan keselamatan yang sungguh humanis untuk para pekerja.
Wallahu’alam bishshwab

Artikel Lainnya

Teroris Musiman yang Tak Berkesudahan

Jelaslah agenda WoT adalah sarana AS untuk melawan Islam dan kaum muslimin serta untuk kepentingan hegemoninya di negeri-negeri Islam. Bagian paling menyedihkan adalah dukungan penguasa negeri Islam yang berkhianat terhadap umatnya. Tidak ada keuntungan sedikitpun dari gerakan ini karena serangkaian penangkapan terduga teroris dan framing berita di media massa selama ini selalu menyudutkan Islam. Hari ini terorisme selalu diidentikkan dengan Islam.

Keselamatan Pekerja Terabaikan, Ulah Siapa ?

Sistem kapitalisme yang memiliki paham kebebasan dalam hal kepemilikan sehingga sistem ini melanggengkan para oligarki (pengusaha) untuk mengelola sumber daya alam secara semena-mena. Penguasa kapitalisme yang memanfaatkan kekuasaannya untuk memperkaya diri, mereka menggandeng swasta untuk mengeruk kekayaan alam kemudian hasilnya mereka nikmati berdua. Padahal sumber daya alam ini adalah milik umum yang harusnya dikelola oleh negara tanpa campur tangan pihak lain kemudian hasilnya akan digunakan untuk memfasilitasi kepentingan rakyat.

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *