Teladanku, Inspirasiku

 

SuaraNetizenIndonesia, Remaja_ Hai gaes, apakah kalian mengidolakan seseorang? Artis? Atau orang ternama? Untuk usia remaja, figur idola dibutuhkan untuk tumbuh kembangnya, sebab ke arah sanalah kepribadian mereka akan dibentuk. Apabila orang tersebut memiliki kecakapan yang benar, tentu akan menginspirasi generasi menjadi seperti dia. Sebaliknya jika sosok yang keliru, maka akan salah pula pribadi yang dilekatkan di dalam diri seseorang.

Hal itu terjadi pada seorang siswa yang memasang bahan peledak di sekolahnya beberapa waktu lalu. Miris memang, banyak korban terluka karena tindakannya. Ia pun menderita luka-luka yang cukup parah.
Yang mengejutkan, hasil penyelidikan Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri mengungkap bahwa pelaku F membawa dua senjata mainan yang dipenuhi simbol dan tulisan terinspirasi dari sejumlah tokoh ekstrem internasional. (Metrotvnews,13/11/2025)

Juru Bicara Densus 88, AKBP Mayndra Eka Wardhana, menegaskan bahwa meski pelaku tidak memiliki afiliasi langsung dengan kelompok teror tertentu, ia terdokumentasi mempelajari dan meniru gaya serta motif kekerasan dari enam tokoh ekstrem yang memiliki riwayat penyerangan brutal di berbagai negara yaitu Alexandre Bissonnette, Dylann Roof, Eric Harris dan Dylan Klebold, Vladislav Roslyakov, Brenton Harrison Tarrant, Natalie Lynn “Samantha” Rupnow.

Lemahnya pemahaman akidah membuat siswa tadi tak mampu menakar permasalahan dengan benar. Ia tak dapat memperhitungkan faktor risiko, dan kerusakan yang ditimbulkannya. Ia pun tak mampu mengukur bahwasanya seluruh perbuatan manusia akan diminta pertanggungjawabannya oleh Allah. Apabila perbuatannya mengakibatkan kerusakan, lalu bagaimana hujah dia kelak di hadapan Rab Pencipta semesta alam.

Di samping itu, peran media telah menyebarkan beragam info tanpa batas. Kehidupan indah, glamour dan penuh puja-puji, mengarahkan pandangan generasi ke sana. Alhasil kebaikan ada pada materi dan segala sesuatu yang terindera, seperti: cantik, kaya, terkenal dan sebagainya. Bukan pada keimanan atau ketaatan terhadap Ilahi Rabbi.

Tidak mudah memang gaes, hidup di alam sekularisme. Saat seseorang ingin menjadi pribadi baik, sulit mencari keteladanan. Dunia serba abu-abu, bercampur antara yang benar dan yang salah. Bahkan bisa jadi dunia terbalik, benar jadi salah, salah dianggap benar. Belum lagi 3 pilar pendukung: individu dan keluarga, masyarakat serta negara tak menegakkan kebenaran yang hakiki. Sekularisme yang diemban sebuah negara akan mempengaruhi aktivitas individu, termasuk kepribadiannya.

 

Islam Membentuk Pribadi Baik

Dalam Islam kepribadian (syakhsiyah Islam) dibentuk oleh dua hal yakni pola pikir (aqliyah) dan pola sikap (nafsiyah). Keduanya harus bersinergi hingga melahirkan kepribadian yang khas. Maka perlu menancapkan pemahaman yang benar agar terbentuk kepribadian yang benar melalui pendidikan, pengasuhan orang tua, dan penerapan Islam kaffah sebagai sebuah tatanan kehidupan.

Sejalan dengan itu, tuntutan pribadi baik tidak hanya kepada generasi atau para pelajar saja. Orang tua, bahkan penguasa negeri pun seharusnya memiliki syakhsiyah Islam, sehingga kehidupan yang berjalan di tengah umat pun, adalah kehidupan Islam.

Maka tidak akan sulit bagi generasi mencari sosok teladan di sekitar mereka. Sebab banyak pribadi baik yang patut dijadikan contoh. Sebaliknya pribadi buruk, tidak akan bertahan atau dibiarkan berkelindan di tengah kehidupan, karena tegasnya sistem persanksian yang berlaku.

Maka saat kita dapat pejuang Gaza yang syahid, yang di sakunya ditemukan sepucuk surat yang menuliskan nama-nama inspirasi dalam hidupnya yaitu Abu Umarah, Sa’d dan Khalid, kita pun menjadi takjub. Sebab kini sangat langka kita dapati individu yang lekat dengan keislamannya.

Apakah kamu tau siapa mereka, gaes? Abu Umarah adalah Hamzah bin Abdul Muthalib, pamannya Nabi saw. Beliau dijuluki sebagai Singa Allah dan Sayyid al-Syuhada (Pemimpin para syuhada) karena keberaniannya. Dan Hamzah syahid di perang Uhud.

Sedangkan Sa’d adalah nama beberapa sahabat Nabi Muhammad saw. yang menorehkan tinta emas di masa hidupnya. Pertama adalah Sa’d bin Abi Waqqash, sahabat yang ahli memanah dan ikut dalam banyak peperangan penting. Ia juga dikenal sebagai Sa’ad bin Malik, yang merupakan orang ketujuh yang memeluk Islam di usia tujuh belas tahun. Kepemimpinannya dikenal dalam Pertempuran Al-Qadisiyyah, pendiri kota Kufah (Irak) di masa Umar.

Selain itu ada pula Sa’d bin Muadz, pemimpin suku Aus yang wafat setelah perang Khandaq. Pada sejumlah riwayat disebutkan bahwa kematiannya diiringi oleh 70.000 malaikat. Rasulullah saw. pun mendoakannya dan bersabda bahwa Arsy Allah bergetar atas kepergiannya. Ia pula yang menjadi hakim, memutuskan sanksi bagi pelanggaran yang dilakukan Bani Quraidzah

Sedangkan Sa’d bin Ubadah, seorang tokoh Anshar yang terkenal karena kedermawanannya. Ia adalah salah seorang pemimpin dari Bani Sa’idah, salah satu suku dari kabilah Bani Khazraj. Sa’ad termasuk dalam kelompok 75 orang Yastrib yang berbaiat kepada Muhammad pada Baiat Aqabah II tahun 622 M. Ketika menjelang Pertempuran Uhud, Sa’d bin Mu’adz dan Sa’d bin Ubadah berjalan di hadapan Nabi sambil mengenakan baju besi.

Selepas Pertempuran Hunain, saat pembagian rampasan perang di Ji’ronah, Sa’ad mewakili kaum Anshar menyampaikan kerisauan mereka karena tidak mendapatkan bagian, Nabi lalu mengumpulkan kaum Anshar lalu menenangkan bahwa mereka mendapatkan Muhammad sebagai bagian untuk mereka sehingga mereka menangis

Kemudian Khalid bin Walid adalah inspirasi keteladanan yang baik. Ia seorang panglima perang terkemuka dijuluki Pedang Allah (Sayfullah) yang memimpin banyak futuhat seperti pada perang Mu’tah, futuh Mekkah, pertempuran Hunain, pengepungan Thaif, pertempuran Tabuk, dan Haji Wada’.

Ternyata ketika Islam diterapkan, ia mampu melahirkan generasi terbaiknya. Apakah sosok teladan dalam Islam hanya ahli perang? Tentu tidak gaes. Ada banyak shahabiyah ahli ilmu, menguasai banyak hadits, memiliki kedudukan penting di tengah masyarakat seperti Ummu Salamah, Asy-Syifa binti Abdillah, Ummu Darda’, Asma binti Yazid dan masih banyak lagi.

Maka gak sulit kan gaes menemukan keteladan yang benar, yang namanya abadi sepanjang masa, menginspirasi dunia untuk mengikuti jejaknya. Kita pelajari Islam yuk gaes, sembari melihat siapa yang akan kita idolakan supaya bisa kita copy paste pribadinya. Allahumma ahyanaa bil Islam.

Artikel Lainnya

Teroris Musiman yang Tak Berkesudahan

Jelaslah agenda WoT adalah sarana AS untuk melawan Islam dan kaum muslimin serta untuk kepentingan hegemoninya di negeri-negeri Islam. Bagian paling menyedihkan adalah dukungan penguasa negeri Islam yang berkhianat terhadap umatnya. Tidak ada keuntungan sedikitpun dari gerakan ini karena serangkaian penangkapan terduga teroris dan framing berita di media massa selama ini selalu menyudutkan Islam. Hari ini terorisme selalu diidentikkan dengan Islam.

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *