Alquran Peta Hidup Sepanjang Zaman

Peradaban manusia seringkali diklaim berawal dari zaman Yunani kuno dengan dikenalnya ilmuwan seperti Phytagoras (c.570-c. 495 BC) sang penemu teori Phytagoras, Aristoteles ( 384-322 BC), seorang filsuf dan lainnya. Kemudian beralih ke zaman peradaban modern dengan melejitnya ilmuwan seperti Albert Einstein ( 1879-1955) penemu teori relativitas atau Michael Faraday ( 1791-1867) penemu elektromagnetik atau penemu Personal Computer (PC) yang kini masih hidup, William H Gates yang menjadi salah satu orang terkaya di dunia.

Para ilmuwan tersebut, tidak percaya adanya Tuhan, bahkan Thomas Alfa Edison berkata, “ Saya tidak percaya adanya Tuhan atau aliran keagamaan, tapi aku tidak membantah, jika di alam semesta ada pencipta yang sangat luar biasa”. Maka, mereka menciptakan sebuah keyakinan untuk melestarikan apa yang mereka pikir, yaitu kapitalisme yang asasnya sekuler.

Dimana kapitalisme sebagaimana seseorang sebut saja bernama A, yang duduk di bawah pohon, kemudian orang yang melihatnya , si B, merasa perlu untuk mengubah keadaan agar menjadi lebih “nyaman”. Ditebanglah pohon itu oleh si B, dan dari kayunya dibuat sebuah rumah, kemudian ia tawarkan kepada A, dengan bodoh, si A membayar harga rumah dan kemudian melanjutkan kegiatannya berteduh. Sementara B sudah menerima uang hasil penjualan rumah pergi begitu saja, dengan membawa keuntungan berlipat ganda dari menjual pohon yang bukan miliknya.

Sementara pemilik pohon yang tak lain adalah A telah kehilangan miliknya selamanya, meski sudah menjadi rumah hunian, namun pohon jauh lebih banyak memberi manfaat kehidupan. Teknologi bagi mereka adalah alat untuk mendapatkan keuntungan meskipun merugikan orang lain (menjajah). Kapitalisme tak mengenal halal haram, tak mengenal batasan kepemilikan barang apakah milik umum, negara atau individu, ketika ia memiliki modal (kapital) secara otomatis, ia bisa menguasai semua sumber kekayaan alam. Bukti ini begitu jelas, akibatnya, yang kaya semakin kaya karena ia punya cadangan kekayaan dan akses luar biasa mudahnya di pemerintahan untuk menambah kekayaannya.

Rakyat yang tak memiliki kemampuan untuk bertahan hidup akan mati dengan sendirinya. Jurang si kaya dan si miskin begitu dalam hingga muncul kemiskinan ekstrim dimana maknanya suatu keadaan yang tidak memiliki kemampuan memenuhi kebutuhan pokok mereka dengan penghasilan kurang dari $1,90 perhari (setara dengan Rp28.000). Ditambah lagi dengan adanya kampanye bencana alam dan perubahan iklim ekstrem makin membuat suasana runyam. Bahkan saking sengitnya jurang tersebut ada yang mengatakan bakal menghadapi krisis ekstrem.

Sedemikian parahkah kondisi kita hari ini? Dan tidak adakah solusinya? Jelas ada! Dan sebenarnya sejarah dunia ini telah dibalik sesuai kepentingan para penjajah tersebut, peradaban yang cemerlang dan berhasil memimpin dunia 2/3 yang menjadi wilayahnya telah diskip hingga tak berbekas.

Meski samar-samar, tentu manusia milenial kini pernah mendengar ilmuwan bernama Jabir Al Hayyan ( 721-c. 815) penemu kimia, Muhammad Al Khawarizme ( 780-c.850) penemu matematika dan aljabar dan lainnya, kontribusi mereka dengan keilmuannya masing-masing telah sukses menjadikan negara Khilafah sebagai penguasa terkuat di dunia yang sulit ditembus. Pertanyaannya, apa yang membuat ilmuwan peradaban Islam beda? Dan bagaimana Rasulullah Saw menyiapkan peradaban Islam seperti itu?

Jelas antara ilmuwan barat dengan Islam berbeda, ilmuwan Islam beriman dan karya mereka terinspirasi dari Alquran. Karya mereka tidak untuk menjajah, justru untuk menghapus penjajahan. Dan, Rasulullah melakukan transformasi ilmuwan non Muslim menjadi Muslim, seperti saat Rasulullah Saw mendapat hadiah seorang dokter dari raja Mesir. Dokter tersebut nyatanya buka untuk kepentingan pribadi beliau namun untuk rakyat, masuklah Islam si dokter karena kagum. Ajaran Islam juga mendorong Muslim yang berbakat untuk menjadi ilmuwan. Nama-nama ilmuwan di atas hanya sebagian kecil saja.

Rasul juga menanamkan visi yang jelas, sebagaimana firman Allah SWT yang artinya” Kalian adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh yang ma’ruf dan mencegah yang mungkar , dan beriman kepada Allah, sekiranya ahli kitab beriman, tentukan itu lebih baik dari mereka, di antara mereka ada yang beriman, dan kebanyakan dari mereka adalah orang-orang fasik.” (QS Ali Imran:110). Kebiasaan ahli kitab adalah minum minuman keras hingga mabok, mereka memang ahli dalam teknologi namun menjadi sia-sia karena mereka tidak memiliki aturan terkait hukum minuman keras, bayangkan, sering mabok bisa menghasilkan teknologi tercanggih, apalagi jika mereka beriman dalam artian taat terhadap perintah dan larangan Allah SWT.

Atau firman Allah dalam Quran surat Al Ghasiyyah :17-20 yang memerintahkan manusia untuk melihat bagaimana langit ditinggikan, gunung ditegakkan dan bumi dihamparkan. Dari yang awalnya tanpa pengetahuan, dengan iman dan akidahnya manusia akhirnya bisa menggali hukum syariat. Memajukan kehidupan mereka untuk lebih banyak beribadah kepada Allah SWT.

Rasul mencontohkan bahwa Qur’an adalah sumber mata air ilmu, sebab jika ada yang berpandangan ilmu Allah hanya apa yang tertulis dari mushaf Alquran hari ini sangatlah salah. Ilmu Allah tak terbatas, sebagaimana firman Allah dalam Qs Lukman:37. Rasul pun memberantas tahayul dan khurofat ( cerita bohong). Kaum Muslim mewarisi intelektual kuno dan membersihkannya dari cerita-cerita takhayul, syirik, hoax dan lain sebagainya, seperti ilmu astronomi dibersihkan dari astrologi ( perbintangan untuk meramal nasib), ilmu kimia dari sihir, matematika dan fisika dari filsafat dan lain sebagainya.

Rasul juga mengadakan pembentukan sikap rasional, ditanamkan sikap kritis dan ingin tahu , sebagaimana firman Allah SWT dalam Qs Al Baqarah: 170. Rasul memerintahkan memetik segala yang bermanfaat, mencari tahu dan menelisik ilmu pengetahuan dari mana saja, dengan syarat akidah sudah diperkuat. Maka bisa didapati para sahabat yang mengembara menuntut ilmu ke berbagai belahan bumi, seperti sahabat Sa’ad bin Abi Waqhas yang wafat di Cina setelah berhasil mendulang ilmu pembuatan kertas. Artinya, umat Islam tidak semua penemuan teknologinya dari nol, namun bisa mengambil dari mana saja, sebab teknologi bukan milik umat tertentu.

Setiap zaman memberikan kontribusi keilmuan dan teknologi yang berbeda. Namun perlu diketahui, bahwa ilmuwan barat tidak akan bisa menemukan penemuan lain sebelum ia menemukan penemuan sebelumnya, yaitu dari apa yang sudah ditemukan oleh kaum Muslim. Volta beruntung sudah mendapatkan ilmu kimia modern setelah sebelumnya dibersihkan dari sihir oleh Jabir Al Hayyan. Bagi Islam, aktifitas sains dan teknologi bukan sekedar aktifitas akademik atau inovatif semata, namun aktifitas untuk meraih surga. Quran terus menerus memberikan perintah, berita dan tantangan untuk melakukan riset dan mengembangkan teknologi.

Maka sebetulnya hanya dengan berpedoman pada Alquran, manusia tidak akan miskin, bahkan akan hidup berkecukupan dan dalam peradaban yang cemerlang. Dimana jika dikiyaskan pada gelar seseorang, peradaban Islam bergelar “IR” “SE” “MM” “ PhD”, sebab negerinya indah, rakyatnya ramah, lingkungan sehat, kehidupannya enak, biayanya hidupnya murah, suasananya meriah, segalanya optimal, hanya ada yang halal, semua makluk diberkahi. Bayangkan saja jika ini adalah resto top. Maka tak heran jika Nusantara dahulunya susah masuk ke dalam negara khilafah ini.

Maka, umat Islam tanpa Alquran akan terjajah dan tidak terarah, namun juga jika hanya dibaca tanpa diamalkan akan percuma, maka yang benar Alquran dibaca, dibumikan, diterapkan secara kaffah, maka, sebagai pengguna peta dengan menggunakan Alquran dengan benar akan sampai di tujuan dan dalam keadaan selamat penuh berkah. Wallahu a’lam bish showab.

*Disarikan dari materi Ustaz Prof. Fahmi Amhar, di kajian online ke 19, SSCQ, 4 Februari 2023

 

 

Artikel Lainnya

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *