PHK Massal: Gagalnya Kapitalisme, Islam Solusinya

Suara Netizen Indonesia–Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) kembali terjadi. Berita terbaru di lansir oleh CNN Indonesia, PT Xacti Indonesia PHK 350 karyawan dan tutup pabrik di Depok. Kabar penutupan pabrik dan PHK buruh itu diungkap Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) sekaligus Presiden Partai Buruh Said Iqbal. Said Iqbal mengatakan penyebab utama PT Xacti Indonesia tutup dan PHK lantaran kondisi ketidakpastian kondisi global dan dalam negeri. Akibatnya, perusahaan tak kuat lagi beroperasi.

 

“Benar telah terjadi PHK sekitar 350 karyawan di PT Xacti Indonesia, yang berlokasi di Depok Jawa Barat. 350 orang telah di PHK dan perusahaan total tutup operasional,” kata Said Iqbal dalam konferensi pers (CNBC Indonesia.com,25-5-2026). 

 

Sungguh ironis, maraknya gelombang PHK yang terus terjadi semakin menggambarkan bahwa negara telah gagal melindungi kesejahteraan rakyat khususnya masalah ekonomi. Padahal penguasa pernah berjanji semasa kampanye akan menciptakan lapangan pekerjaan seluas-luasnya namun faktanya janji tersebut tak terwujud. Ada gap yang besar antara lowongan pekerjaan yang tersedia dengan jumlah pencari kerja. Ini artinya cari kerja makin susah, pengangguran makin merana.

 

Menurut data platform pencari kerja JobStreet by SEEK pada Maret lalu, rata-rata satu iklan lowongan kerja dapat menerima sekitar 500 hingga 600 lamaran dari pencari kerja. Persaingan tersebut bahkan bisa jauh lebih ketat untuk posisi umum di perusahaan besar. Dalam beberapa kasus, jumlah pelamar bisa mencapai ribuan orang.

 

Lesunya pasar tenaga kerja tidak hanya terjadi di Indonesia, tapi telah menjadi fenomena global. Jumlah lowongan pekerjaan di Inggris turun ke level terendah dalam lima tahun terakhir. Adapun sektor yang mengalami penurunan terbesar adalah perhotelan dan ritel. Menurut Kantor Statistik Nasional (ONS) Inggris, yang dikutip dari BBC, tingkat pengangguran sedikit meningkat menjadi 5 persen dalam tiga bulan hingga Maret, dari sebelumnya 4,9 persen.

 

Banyaknya PHK ini maka semakin banyak pengangguran dan akan sangat mempengaruhi segala aspek kehidupan. Bagaimana tidak, sulitnya mencari lapangan pekerjaan untuk memenuhi kebutuhan hidup baik sandang, pangan, maupun papan. Dengan sulitnya hidup tak ayal akan membuat sebagian orang akan melakukan tindak kejahatan.

 

Gelombang PHK dan penguasa saat ini semakin memperlihatkan kezaliman sistem kapitalisme yang dianut penguasa saat ini. Sistem Kapitalisme memandang buruh sebagai bagian dari faktor produksi. Pandangan ini membuat mereka terus menjadi korban PHK dengan alasan efisiensi bagi perusahaan demi menekan biaya produksi.

 

Ditambah lagi negara seolah berlepas tangan dengan kondisi masyarakat saat ini khususnya PHK. Sebab Sistem Kapitalisme mengerdilkan peran negara karena campur tangan negara dianggap mengganggu mekanisme pasar. Alhasil negara kapitalisme hanya berperan sebagai regulator dan fasilitator para investor atau pemilik modal. Para pemilik modal besarlah yang berkuasa dan bisa mengendalikan segalanya.

 

Sistem Kapitalisme memusatkan modal pada segelintir orang, sehingga lapangan kerja menjadi terbatas bukan karena kurangnya kebutuhan kerja, melainkan karena hanya dibuka jika menguntungkan pemilik modal. Semakin besar modal yang dikuasai, semakin besar pula kendali mereka terhadap aktivitas ekonomi dan penciptaan lapangan kerja. Akibatnya, kesempatan kerja bergantung pada keputusan para pemilik modal, bukan pada kebutuhan masyarakat secara luas. Jika tidak mendatangkan profit berujung pada gelombang PHK massal.

 

Islam Solusi Tuntas

Islam adalah sebuah agama yang sempurna yang diturunkan oleh Allah SWT. untuk menyelesaikan berbagai persoalan umat. Islam pun memiliki aturan yang mencakup seluruh aspek kehidupan.

 

Dalam Islam negara bertanggungjawab secara langsung terhadap masyarakat dan memberikan jaminan kepada setiap individu dalam hal sandang, pangan, papan, keamanan, kesehatan, dan pendidikan. Sabda Rasulullah SAW; “Imam (Khalifah) adalah raa’in (pengurus rakyat) dan ia bertanggung jawab atas pengurusan rakyatnya.” (HR Al-Bukhari).

 

Islam wajib mendorong setiap orang untuk bekerja, khususnya para lelaki yang berkewajiban menafkahi keluarganya. Negara akan menyediakan lapangan pekerjaan yang seluas-luasnya di berbagai sektor yang bermanfaat bagi kemaslahatan umat sehingga tidak ada kepala keluarga yang pengangguran.

 

Sistem ekonomi Islam juga memutus ketergantungan pada modal kapitalistik yang terkonsentrasi pada segelintir orang. Islam mengatur kepemilikan secara adil melalui pembagian kepemilikan individu, kepemilikan umum, dan kepemilikan negara. Dengan mekanisme ini, kekayaan tidak hanya berputar di kalangan orang-orang kaya saja.

 

Negara Islam akan membangun struktur ekonomi yang mencegah monopoli dan penumpukan aset pada kelompok tertentu. Pengelolaan harta yang mencakup pemanfaatan dan pengembangan harta harus dikelola berdasarkan hukum syariat. Menciptakan mekanisme pasar syariah yang adil. Distribusi kepemilikan yang adil akan melahirkan aktivitas ekonomi yang lebih luas dan beragam sehingga kesempatan kerja terbuka secara alami di berbagai sektor.

 

Selain itu, negara mengelola sumber daya alam yang termasuk kepemilikan umum untuk kemaslahatan rakyat. Pengelolaan ini akan menghasilkan pemasukan besar bagi negara yang dapat digunakan untuk membiayai pelayanan publik dan pembangunan ekonomi tanpa bergantung pada utang maupun investasi asing.

 

Islam juga memiliki institusi Baitulmaal yang berfungsi sebagai pengelola keuangan negara. Melalui Baitulmaal, negara menjamin pelayanan kesehatan, pendidikan, keamanan, dan kebutuhan dasar masyarakat sehingga rakyat tidak sepenuhnya bergantung pada gaji perusahaan untuk bertahan hidup. Ketika terjadi gangguan ekonomi rakyat tidak serta merta jatuh miskin seperti yang terjadi dalam Sistem Kapitalisme.

 

PHK massal yang terus berulang adalah bukti nyata bahwa Sistem Kapitalisme tidak mampu memberikan stabilitas ekonomi bagi masyarakat. Selama ekonomi masih berorientasi pada profit dan bukan kesejahteraan umat, maka siklus krisis dan PHK akan terus terjadi. Pertanyaanya apakah kita ingin tetap menerapkan sistem kapitalisme yang rusak ini atau beralih ke sistem Islam secara kaffah? Wallahu alam bis shawwab. [SNI].

Artikel Lainnya

Sistem Islam : Jalan Akhir Mengakhiri Eksploitasi Buruh

Dilansir dari channel YouTube Muslimah Média Hub, menjelang peringatan Hari Buruh 2025, kondisi pekerja di Indonesia semakin memprihatinkan. Data dari Kementerian Ketenagakerjaan mencatat bahwa sebanyak 77.965 tenaga kerja sepanjang tahun 2024 itu mengalami PHK (Pemutusan Hubungan Kerja) meningkat hingga 20,2% dibandingkan tahun sebelumnya. Provinsi DKI Jakarta mencatat jumlah PHK tertinggi dengan 17.085 kasus.

Aksi buruh yang akan digelar besar-besaran ini mencerminkan bahwa peringatan hari buruh bukan sekedar seremoni tahunan tetapi momentum untuk menyoroti dan memperjuangkan hak-hak pekerja yang masih terabaikan. Sistem kapitalisme secara hakikatnya memang meniscayakan ketimpangan seperti yang saat ini terjadi. Dalam kerangka kapitalisme, negara tidak lagi diposisikan sebagai pelindung rakyat secara utuh, melainkan lebih sebagai fasilitator kepentingan pasar dan pengusaha besar.

Dalam hal ini, Islam menawarkan sistem kehidupan yang menyeluruh, termasuk sistem ekonomi dan ketenagakerjaan yang adil dan manusiawi. Dalam pandangan Islam, negara bukanlah sekedar pengatur, administrasi atau fasilitator kepentingan ekonomi, melainkan ro’in atau pengurus urusan umat sekaligus junnah atau pelindung. Rasulullah sallallahu alaihi wasallam bersabda, “Imam atau khalifah adalah pengurus rakyat dan ia akan dimintai pertanggungjawaban atas rakyat yang diurusnya” Hadis riwayat Albukhari dan Muslim.

Badai PHK : Jeritan Rakyat Di Negeri Kaya

Islam memang telah menanamkan keyakinan bahwa rezeki seluruh makhluk telah dijamin oleh Allah SWT. Allah berfirman, “Dan tidak satu pun makhluk bergerak di bumi melainkan Allah-lah yang menjamin rezekinya” (QS. Hud: 6). Namun, jaminan rezeki ini sekaligus tuntutan hadirnya negara mengelola kekayaan alam dengan benar. Negara wajib menciptakan mekanisme yang memudahkan rakyat memperoleh akses terhadap sumber-sumber penghidupan. 

Teroris Musiman yang Tak Berkesudahan

Jelaslah agenda WoT adalah sarana AS untuk melawan Islam dan kaum muslimin serta untuk kepentingan hegemoninya di negeri-negeri Islam. Bagian paling menyedihkan adalah dukungan penguasa negeri Islam yang berkhianat terhadap umatnya. Tidak ada keuntungan sedikitpun dari gerakan ini karena serangkaian penangkapan terduga teroris dan framing berita di media massa selama ini selalu menyudutkan Islam. Hari ini terorisme selalu diidentikkan dengan Islam.

Keselamatan Pekerja Terabaikan, Ulah Siapa ?

Sistem kapitalisme yang memiliki paham kebebasan dalam hal kepemilikan sehingga sistem ini melanggengkan para oligarki (pengusaha) untuk mengelola sumber daya alam secara semena-mena. Penguasa kapitalisme yang memanfaatkan kekuasaannya untuk memperkaya diri, mereka menggandeng swasta untuk mengeruk kekayaan alam kemudian hasilnya mereka nikmati berdua. Padahal sumber daya alam ini adalah milik umum yang harusnya dikelola oleh negara tanpa campur tangan pihak lain kemudian hasilnya akan digunakan untuk memfasilitasi kepentingan rakyat.

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *