Kesehatan Itu Sangat Penting
Suara Netizen Indnesia–Tak berasa sudah berlangsung setahun program makan bergizi gratis. Walaupun dalam perjalannya menghadapi banyak ujian. Sejatinya, program ini belum matang persiapannya dan seiring berjalan waktu diharapkan semakin baik.
Dosen Departemen Gizi Fakultas Kedokteran, Keperawatan, dan Kesehatan Masyarakat UGM, Dr. Mirza Hapsari Sakti Titis Penggalih, S. Gz., Dietisien, MPH, menyoroti dari sisi penggunaan ultra processed food (UPF) dalam menu MBG, bahwa itu bertentangan dengan kampanye kemenkes tentang reduksi gula, garam, dan lemak.
Dampak buruk jika terus menerus mengonsumsi UPF memang tidak terlihat langsung, tetapi dalam jangka panjang 10 – 15 tahun ke depan menjadi penyakit yang kronis. Beliau memberikan masukan untuk melakukan tiga hal utama yakni, pertama penegakan keamanan pangan yang ketat. Seperti memberikan sanksi yang tegas kepada SPPG yang melanggar sehingga mereka bisa serius dalam melaksanakan sesuai standar.
Kedua, adanya pendampingan ilmiah oleh Perguruan tinggi dan lintas sektor untuk menelusuri dampak MBG terhadap status kesehatan anak. Seperti mendampingi SPPG untuk tracking status kesehatan, indikator kebugaran dan antropometri anak. Ketiga, kebijakan MBG sebaiknya fleksibel dan terbuka terhadap kajian ilmiah. Jika ada masukan dan bukti ilmiah, sehingga perlu ada perbaikan harus segera direspon. Jangan tahun 2045 generasi kita menjadi beban kesehatan (UGM.ac.id, 8-1-2026).
Pembahasan mengenai pemberian makan bergizi ini memang belum sepenuhnya kelar karena perlu banyak masukan dan jangan sampai kekhawatiran tersebut menjadi kenyataan. Mengingat luasnya jangkauan program ini. Berbagai respon harus ditanggapi dengan kepala dingin dan mengambil sikap yang bijaksana agar tidak berjatuhan korban-korban karena keracunan makanan ataupun kesalahan teknis dari pihak pengelola.
Mengenai saran yang diberikan ahli gizi dari pihak universitas tersebut sangatlah harus dipertimbangkan. Karena kebijakan yang menyangkut nyawa manusia sangatlah penting. Karena tujuan dari pemberian makan bergizi adalah menghilangkan angka stunting yang tinggi. Hal itu berarti menjaga kualitas hidup manusia tersebut kedepannya.
Makanan yang termasuk UPF (ultra processed food) adalah segala jenis makanan yang telah melewati proses pengolahan industri dan mengandung banyak bahan atau zat kimia tambahan. Berbagai zat tambahan makanan (aditif) seperti gula, garam, lemak tidak sehat, penyedap rasa, pemanis buatan, pewarna, dan pengawet buatan, contohnya makanan dan minuman kemasan.
UPF bila dikonsumsi sesekali dan dalam jumlah yang sedikit masih terbilang aman untuk kesehatan. Namun, jika dikonsumsi berlebihan dalam jangka waktu lama bisa berdampak buruk. Di antaranya memicu kenaikan berat badan bahkan obesitas seperti makanan yang mengandung lemak tidak sehat, kadar gula yang tinggi pun menambah resiko tersebut. Meningkatkan risiko depresi karena dapat mengganggu bakteri usus. Akibatnya mempengaruhi cara kerja otak dan berdampak buruk pada suasana hati.
Menyebabkan diabetes tipe 2. Kandungan lemak jenuh yang tinggi, lemak Trans, dan gula yang cukup tinggi bisa memicu penyakit tersebut. Hal ini dikarenakan gula dan kedua lemak tersebut menyebabkan sel-sel tubuh kenal terhadap insulin yaitu hormon yang mengontrol kadar gula darah. Keempat, meningkatkan risiko penyakit jantung di usia muda. Kadar garam yang tinggi dapat menyebabkan tekanan darah tinggi dan pembuluh darah menjadi keras.
Juga meningkatkan kadar kolesterol jahat (LDL) di pembuluh darah. Sehingga resiko penyakit jantung. Memicu penyakit ginjal. Bila sudah memiliki diabetes atau hipertensi dan kebiasaan mengonsumsi UPF, ini mengakibatkan kadar gula darah dan tekanan darah tidak terkontrol. Ini berakibat rusaknya pembuluh darah di ginjal, bisa juga batu ginjal karena kandungan gula dan garam dapat meningkatkan jumlah kalsium, oksalat, asam urat di urin. Terakhir, penyebab kanker. Konsumsi UPF dapat merusak sel – sel sehat sehingga muncul risiko kanker.
Oleh karena itu, seorang muslim harusnya memahami bagaimana menjaga kesehatan. Semua ini harus didukung oleh sistem yang menjaga kualitas makanan. Edukasi terhadap masyarakat untuk tetap mengonsumsi makanan sehat, segar,selain itu umat membutuhkan penyediaan makanan sehat dan semua ini membutuhkan peran para ahli yang bisa mendampingi kebijakan penguasa. Sehingga bisa menghasilkan makanan yang sehat dan bergizi.
Islam memiliki aturan yang sangat jelas bahwa penguasa memiliki kewajiban untuk menjaga nyawa manusia, menjaga akal manusia. Sedangkan nyawa dan akal dipengaruhi oleh makanan yang masuk ke tubuh masyarakat. Nyawa disini bukan hanya sebatas hidup. Tetapi hidup dengan tubuh yang sehat dan kuat. Karena generasi yang akan dihasilkan akan menggantikan generasi sebelumnya.
Dalam Islam makanan harus halal dan thayib. Dengan adanya standar syara tersebut, penguasa akan membangun pertanian yang bisa memenuhi kebutuhan masyarakat, memberikan kemudahan untuk memiliki lahan dan menanaminya. Selain itu bisa juga membangun pabrik makanan yang dipantau secara ketat dan ini butuh bantuan pakar ahli gizi.
Sehingga dihasilkan makanan yang mendukung kekuatan negara. Karena pabrik di dalam sistem Islam harus dibangun dengan standar perang. Maksudnya, pabrik makanan tersebut tidak boleh menghasilkan makanan yang mudharatnya lebih banyak dan melemahkan pertahanan sebuah negara.
Oleh sebab itu, kita harus menstandarkan setiap kebijakan dengan petunjuk yang benar. Islam memiliki solusi untuk dipertimbangkan agar kita mengambilnya. InsyaAllah akan melindungi setiap manusia yang bernaung di bawahnya. Wallahu a’lam bishshawwab. [SNI].
Komentar