Kebangkitan yang Ditakuti

 

SuaraNetizenIndonesia__ Umat Islam bergembira pada saat memasuki Idulfitri sebagaimana kebahagiaan di Bulan Ramadan, sebab adanya beragam keindahan di bulan suci dengan banyak pahala dan keutamaan bagi setiap amal salih yang dikerjakan. Begitu pun muslim Palestina, mereka juga merasakan kebahagiaan itu. Meski di tengah tekanan Zionis, namun keimanan mereka mengantarkan pada semangat dan harapan yang tinggi kepada Allah. Sebab Allah tak mungkin ingkar janji, perkataannya selalu benar, dan hanya Dialah yang layak mendapatkan khidmat, diimani dan diyakini kebenaran janji-janji-Nya.

 

Namun lagi-lagi warga Palestina tak leluasa beribadah di Masjid Al-Aqsa. Zionis melakukan pembatasan di sana-sini. Dengan dalih keamanan, tentara merusak keindahan Ramadan dengan menghalau kaum muslim yang ingin salat dan berbuka puasa di sana. Mereka pun terus melakukannya hingga Idulfitri. Hari besar yang semestinya dirayakan dengan penuh suka cita, nyatanya telah mengantarkan ratusan warga sipil meregang nyawa, syahid di jalan Allah.

 

Fakta itu menunjukkan wilayah ini masih dalam cengkeraman penjajahan. Keamanan kaum muslimin masih dikendalikan orang kafir. Ketiadaan kepemimpinan bagi umat, meniscayakan terjadinya hal tersebut.
Sementara dalam Islam, Allah menetapkan tujuan utama penjagaan masyarakat (Ahdaful ‘ulya) yang disandarkan pada perintah dan larangan-Nya. Tujuan ini bersifat tetap dan tidak berubah , seperti melestarikan eksistensi manusia, menjaga akal, kehormatan, jiwa, kepemilikan individu, agama, keamanan dan negara. (Kitab Nizhomul Islam, Syaikh Taqiyyuddin an-Nabhani)

 

Dari Abu Hurairah radhiyallâhu ’anhu. bahwa Nabi Muhammad sallallahu alaihi wasallam bersabda,

إِنَّمَا الْإِمَامُ جُنَّةٌ يُقَاتَلُ مِنْ وَرَائِهِ وَيُتَّقَى بِهِ

Sesungguhnya al-imam (khalifah) itu perisai yang (orang-orang) akan berperang mendukungnya dan berlindung (dari musuh) dengan (kekuasaan)-nya.” (HR Muttafaqun ’Alayh dll)

 

Maka tak heran, saat ini musuh-musuh Islam merajalela, berbuat semena-mena terhadap kaum muslim. Termasuk entitas yang telah menghianati kesepakatan gencatan senjata. Lagi-lagi Yahudi merusak perjanjian dengan kaum muslim, seperti halnya dahulu Bani Nadhir, Qainuqa, Quraizhah, dan yang lainnya melakukan hal tersebut di masa kepemimpinan Rasulullah saw. atas umat.

 

Maka kembali kepada aturan Allah adalah sebaik-baik jalan untuk mengembalikan kemuliaan Islam. Dengan Islam, kaum muslim yang dekat maupun yang jauh dari Palestina, tidak akan gentar menghadapi kejahatan Zionis, meskipun didukung kekuatan AS. Tidak hanya warganya, tetapi juga seluruh pemimpin negeri-negeri muslim tak boleh mundur meski setapak, wajib memberikan kekuatan terbesarnya untuk menghalau penjajahan.

 

Ramadan semestinya digunakan untuk menguatkan azzam dalam perjuangan mengalahkan angkara murka dan segala hal yang menodai syariat Allah. Umat pun tidak boleh lagi terpedaya apalagi berharap pada solusi Barat dan narasi-narasi sesat soal perdamaian. Entitas zionis adalah muhariban fi’lan yang wajib dihadapi hanya dengan bahasa perang yang akan efektif dan solutif di bawah komando seorang khalifah. Sebab hanya dengan persatuan kaum muslim yang didukung penuh dengan semangat jihad, yang akan melenyapkan musuh-musuh Islam, dari bumi Allah.

 

Maka penegakan kembali Khilafah sejatinya menjadi agenda utama umat Islam, agar seluruh hukum Allah membumi, dan dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Inilah kebangkitan yang hakiki bagi manusia, yaitu saat ia tak lagi mau diatur dengan hukum buatan manusia, melainkan hanya tunduk dan patuh pada hukum Allah semata.

 

Inilah kebangkitan yang ditakuti Barat, saat kaum muslim mengguncang dunia dengan Daulahnya yang menjadi negara adidaya, bertahta hingga dua pertiga dunia selama 13 abad. Ketika itu pula Islam menjadi rahmat bagi semesta alam.

 

Karenanya dakwah ideologis untuk membangun kesadaran umat perlu terus disampaikan, bahwasanya wajib menegakkan kepemimpinan yang satu, menjadikan kaum muslim umat yang satu (ummatan waahidatan) dan menerapkan aturan yang satu yang bersumber dari Al-Qur’an dan As-Sunnah. Wallahu a’lam bishshawab. [SNI]

Artikel Lainnya

Teroris Musiman yang Tak Berkesudahan

Jelaslah agenda WoT adalah sarana AS untuk melawan Islam dan kaum muslimin serta untuk kepentingan hegemoninya di negeri-negeri Islam. Bagian paling menyedihkan adalah dukungan penguasa negeri Islam yang berkhianat terhadap umatnya. Tidak ada keuntungan sedikitpun dari gerakan ini karena serangkaian penangkapan terduga teroris dan framing berita di media massa selama ini selalu menyudutkan Islam. Hari ini terorisme selalu diidentikkan dengan Islam.

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *