Dari MBG Hingga Hegemoni Perdagangan AS

Suara Netizen Indonesia–Program MBG telah berjalan cukup lama,  hanya saja berbagi problem di lapangan tidak pernah selesai mulai dari kadar gizi yang tidak sesuai, keracunan hingga makanan yang tidak layak.

 

MBG yang katanya demi rakyat pun seolah sekedar narasi. Kenyataannya di lapangan tidak bisa dimungkiri bahwa MBG justru menguntungkan pengusaha. Sehingga wajar akhirnya banyak pihak menduga bahwa MBG ini menjadi bancakan elit penguasa dan kroninya.

 

Pegawai MBG pun menjadi spesial. Badan Gizi Nasional (BGN) telah memutuskan untuk mengangkat 32 ribu pegawai SPPG sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN) dengan status Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK/P3K) efektif per 1 Februari 2026 (Metrotvnews.com,  24-2-2026). Padahal banyak pegawai honorer yang mengabdi bertahun tidak diangkat jadi ASN dan gajinya memprihatikan.

 

Indonesia Dihadapan Ekonomi Global

AS dan Indonesia telah menyepakati perjanjian komersial senilai US$ 33 miliar atau Rp 577,1 triliun (dengan asumsi kurs Rp16.883 per dolar AS. Di dalamnya ada pembelian komoditas energi AS senilai kurang lebih US$ 15 miliar, impor pesawat komersial serta barang dan jasa terkait penerbangan kurang lebih US$ 13,5 miliar, serta pembelian produk pertanian AS senilai lebih dari US$ 4,5 miliar (Tempo,20-2-2025).

 

Tidak sampai disitu, pemerintahan pun memberikan perlakuan spesial terhadap produk AS mulai dari pelonggaran serifikasi halal hingga pengakuan sertifikasi halal dari AS. Ini semua menunjukkan adanya hegemoni dan penjajahan ekonomi. Bagaimana mungkin produk AS bisa bebas dari label halal sementara produk dalam negeri diharuskan menggunakan label halal dengan segala kerumitan administrasinya?

 

Karakter Sistem Kapitalisme

 

Dalam kitab Nizhamul Islam, karya  seorang ulama al Azhar bernama Syaikh Taqiyuddin an Nabhani, beliau menjelaskan ideologi yang ada di dunia, dengan menuliskan: ” sekalipun demokrasi berasal dari Ideologi Kapitalisme, akan tetapi kurang menonjol dibandingkan sistem ekonominya. Buktinya Sistem Kapitalisme di barat ternyata sangat mempengaruhi elit kekuasaan. Bahkan hampir-hampir dapat dikatakan bahwa para kapitalislah yang menjadi penguasa sebenarnya di negara yang menganut ideologi ini”.

 

Dalam Sistem Demokrasi Kapitalisme baik di negeri ini maupun di negara pengusungnya (AS), tampak kesamaan yaitu penguasa bekerja bukan untuk rakyat tapi demi para pemodal yang telah mendukung kekuasaannya sejak awal. Tidak mengherankan kebijakan yang diambil pun lebih berpihak pada para pemodal. Jika begitu rakyat akan tetap gigit jari. Narasi demi rakyat pun hanya mimpi sebab kenyataannya semua kebijakan demi melayani para pemodal.

 

Jika Sistem Kapitalisme dipertahankan maka kesejahteraan tidak mungkin akan terwujud karena sistem ini tidak memedulikan distribusi. Akan tetapi bagaimana mendapatkan keuntungan sebesar-besarnya dengan modal sekecil-kecilnya bahkan kalau bisa tanpa modal sekalipun. Ketimpangan antara si kaya dan si miskin pun tidak bisa dihindari. Miliarder hidup mewah dan berlimpah, tapi si miskin baru bisa makan jika mengerahkan semua tenaganya hingga titik akhir.

 

Hijrah Pada Aturan Islam

 

Masih dalam kitab yang sama, Syaikh Taqiyuddin menyampaikan bahwa Ideologi Islam adalah satu-satunya ideologi yang seharusnya diemban ke seluruh dunia. Apabila Daulah Islam yang mengemban ideologi ini muncul maka ia akan memainkan perannya dan akan meraih keberhasilan sebagaimana pada masa lalu.

 

Peradaban Islam tertulis dalam sejarah dengan prestasi gemilang. Kesejahteraan rakyat, pemerataan ekonomi, kemuliaan akhlak hingga ketinggian ilmu dan teknologi menjadi ciri khasnya. Dalam Islam Khalifah ada untuk menerapkan syariat dan pemimpin diangkat untuk mengurusi rakyat dengan hukum syara.

 

Menyongsong Abad Khilafah

 

Rasulullah memberikan kabar gembira akan tegaknya sistem Islam kembali di bumi ini melalui sabda beliau, “Akan datang kepada kalian masa kenabian, dengan kehendak Allah masa itu akan datang. Kemudian, Allah akan menghapusnya, jika Ia berkehendak menghapusnya. Setelah itu, akan datang masa Kekhilafahan di atas metode kenabian; dan atas kehendak Allah masa itu akan datang. Lalu, Allah menghapusnya jika Ia berkehendak menghapusnya. Setelah itu, akan datang kepada kalian, masa raja menggigit (raja yang dzalim), dan atas kehendak Allah masa itu akan datang. Lalu, Allah menghapusnya, jika Ia berkehendak menghapusnya. Setelah itu, akan datang masa penguasa yang diktator; dan atas kehendak Allah masa itu akan datang; lalu Allah akan menghapusnya jika berkehendak menghapusnya. Kemudian, datanglah masa  Khilafah yang berjalan di atas kenabian. Setelah itu, beliau diam”.[HR. Imam Ahmad]. Wallahu’alam. [SNI].

Artikel Lainnya

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *