MMC : Tanggap Bencana Terbaik Hanya Ada dalam Sistem Islam

Muslimah Media Center (MMC), Serba-serbi MMC “Tanggap Bencana Terbaik Hanya Ada dalam Sistem Islam” melalui kanal Youtube Muslimah Media Center, Selasa (17/2/2023). menjelaskan bahwa tanggap bencana terbaik hanya ada dalam sistem Islam.

 

Sistem Islam akan melakukan penanggulangan bencana dan senantiasa standby dalam menangani bencana dan korbannya. Mengelola bencana yang menimpa secara langsung dan tidak menyerahkan urusannya kepada yang lain untuk menjaga jiwa dan keselamatan rakyatnya. Sistem Islam akan melakukan beberapa langkah yang akan ditempuh, meliputi penanganan pra bencana, saat terjadi bencana dan pasca bencana.

 

Langkah mitigasi bencana, sistem Islam akan berusaha mencari mekanisme menghindar dari keburukan yang dapat ditimbulkan dari bencana jika suatu daerah memiliki potensi gempa karena pusat patahan dan pergerakan.  Memetakan area yang layak huni dan tidak layak huni dan ketika daerah tersebut dijadikan pemukiman, maka akan didirikan bangunan tahan gempa, termasuk rumah tinggal tahan gempa. Hal ini dilakukan untuk meminimalisir jatuhnya korban jiwa.

 

Sistem Islam memiliki tim SAR yang berada di dalam divisi atau bagian dari Departemen kemaslahatan umum. Tim ini akan dibentuk dan dilatih agar sigap dan tanggap menolong bantuan bencana, mereka juga akan dibekali dengan peralatan canggih dan dalam kondisi medan bencana sehingga diharapkan mereka akan cepat mengevakuasi korban. Tim ini juga bergerak secara aktif melakukan edukasi kepada masyarakat agar masyarakat memiliki kemampuan untuk mengantisipasi, menangani bencana.

 

Adapun ketika terjadi bencana, sistem Islam akan secara cepat melakukan evakuasi, membuka akses jalan dan komunikasi dengan korban bencana dan memblokade atau mengalihkan material bencana. Negara juga akan membuat posko pengungsian, pembentukan dapur umum, kesehatan serta pembukaan akses-akses jalan maupun komunikasi untuk memudahkan tim SAR dalam berkomunikasi dan mengevakuasi korban yang masih terjebak bencana. 

 

Adapun pasca bencana, Sistem Islam akan melakukan recovery para korban, memulihkan kondisi psikis mereka agar tidak depresi, stress ataupun dampak-dampak psikologis kurang baik. Langkah yang bisa ditempuh adalah dengan cara memberikan tausiyah-tausiyah atau ceramah-ceramah untuk mengukuhkan akidah dan nafsiyah para korban, selain itu juga akan diberi lingkungan yang layak huni.

 

Menurutnya, semua ini mudah dilakukan oleh sistem Islam. Sebab pendanaan dikeluarkan dari Baitul dengan alokasi anggaran untuk menangani bencana alam dan diambil dari pos kepemilikan negara.   Dana ini sangat besar untuk  mitigasi dan penanganan bencana. Andaikan kondisi Baitul Mal sedang kosong, maka pemimpin Islam akan menarik dharibah atau pajak dari kaum muslimin sebab mengurus korban bencana bersifat urgent tidak bisa ditunda. Wallahu a’lam bish showab.

Artikel Lainnya

Teroris Musiman yang Tak Berkesudahan

Jelaslah agenda WoT adalah sarana AS untuk melawan Islam dan kaum muslimin serta untuk kepentingan hegemoninya di negeri-negeri Islam. Bagian paling menyedihkan adalah dukungan penguasa negeri Islam yang berkhianat terhadap umatnya. Tidak ada keuntungan sedikitpun dari gerakan ini karena serangkaian penangkapan terduga teroris dan framing berita di media massa selama ini selalu menyudutkan Islam. Hari ini terorisme selalu diidentikkan dengan Islam.

Tanggung Jawab Pemerintah Lemah

Sistem kehidupan sekuler hanya mencetak pemerintah yang terbiasa melakukan kelalaian, kelalaian pemerintah sudah menjadi karakter dan sifat bawaan rezim sistem politik demokrasi.

Berbeda dengan Islam, Rasulullah Saw menegaskan yang artinya _”Imam atau khalifah yang menjadi pemimpin manusia adalah laksana penggembala dan hanya dialah yang bertanggung jawab terhadap urusan rakyatnya”_ (HR. al-Bukhari).

Marak Perundungan Anak, Dimana Letak Masalah Utamanya ?

Kasus perundungan tidak akan menuai penyelesaian dengan seruan revolusi mental, pendidikan berkarakter ataupun kampanye anti bullying. Sesungguhnya akar utama masalah perundungan adalah sistem kehidupan sekuler liberal yang rusak dan merusak. Sebaliknya, permasalahan generasi saat ini akan menuai penyelesaian dengan mengembalikan peradaban Islam yang komprehensif dalam lingkup keluarga, masyarakat dan negara melalui institusi Khilafah. 

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *