Usi Hadiyya
PenulisRamadan di Pengungsian: di Mana Negara Saat Rakyat Membutuhkan?
Ramadan bukan sekadar momentum spiritual individual, melainkan juga tanggung jawab sosial dan politik
Satu Bulan Pascabencana: Ketika Negara Terasa Absen
Sistem Demokrasi-Kapitalisme pada akhirnya melahirkan penguasa yang abai terhadap urusan rakyatnya, terutama ketika mereka tidak lagi memberikan nilai elektoral atau keuntungan ekonomi.
MBG: Antara Retorika Gizi dan Kepentingan Kapitalistik
Lebih jauh, MBG terkesan dipaksakan untuk terus berjalan meski masalah krusial di lapangan terus bermunculan. Kritik dari berbagai pihak, termasuk lembaga pemantau dan masyarakat, seolah diabaikan.
Game Online Kekerasan, Gagalnya Negara Melindungi Generasi
Game online dengan konten kekerasan kini beredar luas, mudah diakses, bahkan oleh anak-anak usia dini. Tanpa filter yang memadai, anak-anak terpapar adegan pembunuhan, agresi, dan normalisasi kekerasan dalam waktu lama.
Gen Z di Persimpangan Digital: Antara Potensi Perubahan dan Ancaman Hegemoni Nilai
Perkembangan teknologi informasi telah menghadirkan berbagai kemudahan dalam kehidupan manusia, mulai dari akses ilmu pengetahuan, komunikasi tanpa batas, hingga peluang partisipasi sosial yang luas.
Banjir dan Longsor Sumatra: Bukan Sekadar Bencana Alam, Tapi Buah Kejahatan Lingkungan
Padahal faktanya, banjir bandang dan longsor yang terjadi memperlihatkan menurunnya daya tampung wilayah secara signifikan.
Rapuhnya Ketahanan Keluarga di Tengah Arus Sekularisme
Menurut data GoodStats, hingga September 2025 jumlah kasus KDRT di Indonesia telah mencapai lebih dari 10 ribu perkara
Dilema Guru dan Krisis Moral Remaja di Tengah Sistem Pendidikan Sekuler
Niat menegakkan kedisiplinan bisa berujung ancaman hukum, bahkan pencabutan hak profesi. Guru kini hidup dalam ketakutan untuk menegur muridnya sendiri. Ini adalah sebuah ironi besar bagi dunia pendidikan.
Magang Berbayar bagi Fresh Graduate: Solusi Semu di Era Kapitalisme
Tingginya angka pengangguran bukan sekadar karena kurangnya lapangan kerja, melainkan karena harta dan sumber daya ekonomi tidak berputar secara adil
Rebut Kembali Peradaban Islam dari Pesantren
Mewujudkan kembali peradaban Islam sejatinya bukan sekadar seruan moral atau simbolik, tetapi merupakan kewajiban syar’i bagi setiap mukmin