Penyesatan Opini Board of Peace terhadap Palestina
Suara Netizen Indonesia–Inisiatif yang dipimpin Amerika Serikat bertajuk “Board of Peace” untuk mengawasi penataan pasca perang di Jalur Gaza menuai respons skeptis dari warga setempat. Warga yang mengungsi berharap adanya perubahan nyata, bukan sekadar pertemuan dan janji dana ( cnnindonesia.com, 23-2- 2026).
Fakta terkini pasca penandatanganan Board of Peace bisa kita perhatikan beberapa hal. Pertama, kondisi Gaza kini tetap dalam kehancuran dan kelaparan. Ratusan ribu hidup di tenda pengungsian. Bahkan pendidikan terhenti.
Kedua, di Tepi Barat, tindak kekerasan, pembunuhan, penembakan dan penggusuran terus terjadi. Baik oleh tentara IDF (Israel Defense Forces atau Pasukan Pertahanan Israel). Maupun oleh pemukim Israel terhadap warga Palestina.
Ketiga, pembentukan NCAG (National Committee for the Administration of Gaza/Komite Nasional Administrasi Gaza). Beranggotakan 15 teknokrat Gaza. Keempat, NCAG akan mengawasi proses pelucutan senjata. Mempertahankan satu hukum dan satu rantai komando. Juga mengintegrasikan atau membubarkan semua kelompok bersenjata setelah melalui proses verifikasi yang ketat.
Analisis Fakta
Jika ditelisik, setidaknya ada lima analis dari fakta yang terjadi. Pertama, krisis yang terus terjadi di Gaza dan Tepi Barat akibat ulah Israel yang ratusan kali melanggar perjanjian damai. Dan di dukung oleh AS.
Kedua, warga Palestina skeptis terhadap Board of Peace (BoP) atau Dewan Perdamaian buatan Trump. Karena selama ini Amerika Serikat selalu berpihak pada Israel dalam kebijakan politik dan militer. Bahkan menggunakan hak veto di Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk membela Israel.
Ketiga, Amerika Serikat (AS) dan Israel akan menggunakan BoP untuk melegitimasi pembersihan etnis, pengusiran warga, genosida dan perampasan tanah Palestina.
Keempat, melalui BoP, Trump memanfaatkan penguasa negeri-negeri muslim. Dalam rangka melegitimasi dan mendukung rencana jahat AS dan Israel. Untuk mewujudkan New Gaza yang jelas bukan untuk Palestina.
Kelima, pembentukan NCAG (National Committee for the Administration of Gaza/Komite Nasional Administrasi Gaza) bukan mewakili kepentingan Palestina. Namun untuk kepentingan AS. Ini nyara-nyata upaya penyesatan opini publik.
Konstruksi Solutif
Kesimpulan dari analisis tersebut, nyata-nyata BoP bukan untuk membela kepentingan saudara-saudara kita di Palestina. Namun semata-mata untuk kepentingan AS dan Israel. Berarti selama ini terjadi penyesatan opini publik. Lalu bagaimana solusinya?
Solusi terhadap penyesatan opini publik ada beberapa hal. Pertama, menegaskan bahwa perdamaian bagi Israel hanyalah janji yang terus akan dilanggar. Kaum muslimin tidak boleh percaya. Apalagi mendukung perdamaian dengan Israel. Karena mereka sangat memusuhi Islam. Sebagaimana firman Allah Swt. yang artinya, “Sesungguhnya kamu dapati orang-orang yang paling keras permusuhannya terhadap orang-orang yang beriman ialah orang-orang Yahudi dan orang-orang musyrik. Dan sesungguhnya kamu dapati yang paling dekat persahabatannya dengan orang-orang yang beriman ialah orang-orang yang berkata: “Sesungguhnya kami ini orang Nasrani”. Yang demikian itu disebabkan karena di antara mereka itu (orang-orang Nasrani) terdapat pendeta-pendeta dan rahib-rahib, (juga) karena sesungguhnya mereka tidak menyombongkan diri“. (TQS Al-Maidah:82).
Kedua, menjelaskan bahwa AS dan Israel adalah negara kafir yang bersekutu untuk menguasai dunia. Dengan cara penjajahan politik, ekonomi maupun militer. Haram bagi umat Islam untuk bergantung kepadanya. Apalagi mendukung persekutuan dan solusi yang ditawarkan mereka. Mereka kaum yang suka berbuat kerusakan. Seperti firman Allah swt. yang artinya, “Orang-orang Yahudi berkata: “Tangan Allah terbelenggu”, sebenarnya tangan merekalah yang dibelenggu dan merekalah yang dilaknat disebabkan apa yang telah mereka katakan itu. (Tidak demikian), tetapi kedua-dua tangan Allah terbuka; Dia menafkahkan sebagaimana Dia kehendaki. Dan Al Quran yang diturunkan kepadamu dari Tuhanmu sungguh-sungguh akan menambah kedurhakaan dan kekafiran bagi kebanyakan di antara mereka. Dan Kami telah timbulkan permusuhan dan kebencian di antara mereka sampai hari kiamat. Setiap mereka menyalakan api peperangan Allah memadamkannya dan mereka berbuat kerusakan dimuka bumi dan Allah tidak menyukai orang-orang yang membuat kerusakan“. (TQS Al-Maidah: 64).
Ketiga, menyadarkan umat Islam bahwa penjajahan dan kejahatan Israel dan AS terhadap Palestina tidak bisa diputihkan hanya dengan BoP. Umat harus bersatu melawan penjajahan Israel dan membebaskan Palestina. Sebagaimana dalam Al-Quran surat An-Nisa ayat 141.
Keempat, membuka mata umat untuk melihat bahaya pengkhianatan penguasa negeri-negeri muslim. Ketika mereka memilih bersekutu dengan BoP buatan Trump AS dimana Israel juga menjadi anggotanya.
Kelima, mengajak umat membangun kekuatan Islam global. Dengan bersatu, mendobrak sekat-sekat nation state dan nasionalisme. Untuk menegakkan kembali Khilafah Rashyidah. Apple to apple menghadapi dominasi penjajahan AS dan Israel.
Semoga Allah Swt. mengabulkan doa-doa kita di bulan Ramadan ini. Penyesatan opini BoP berganti dengan perdamaian yang hakiki. Serta kebahagiaan seluruh manusia, dengan IsIam yang rahmatan lil’alamin segera terwujud. Wallahu a’lam bishawab. [SNI].
Komentar